Tuesday, April 15, 2014

Honda CBR150R atau Yamaha R15?



Jakarta, KompasOtomotif – Kehadiran Yamaha R15 otomatis menambah seru perhelatan segmen sepeda motor sport. Saat ini, hanya Honda CBR150R yang bisa diadu head to head dengan sang pendatang baru. Sementara Kawasaki Ninja RR 150 tak bisa disandingkan dengan kedua rival, karena tidak menggunakan mesin model 4 langakh (4-tak).


CBR150R sebenarnya masih cukup banyak peminat. Namun karena terkendala ekspor, sepeda motor yang diimpor utuh dari Thailand itu, tak dijual pada Januari-Februari lalu. Penjualan dimulai kembali pada Maret dan terjual 1.162 unit. Sementara R15 yang sedang booming saat ini sudah mengincar 1.500 unit setiap bulan, dilihat dari target inden pertama yang sudah mulai bisa dibuka secara online.

Menarik dinanti persaingan kedua model ini dalam beberapa bulan ke depan. Untuk memandu calon pembeli, KompasOtomotif coba memberikan perbandingan spesifikasi keduanya secara teknis.

Desain
Meski sulit dibandingkan karena terkait dengan selera, namun sisi desain tetap bisa menjadi poin pembanding. CBR150R menganut garis bodi lebih boxy dengan lampu tunggal yang tampak futuristik. Gaya Eropa sangat kental berkat penggunaan knalpot gambot dan bodi ramping.

Sementara R15 menganut DNA balap yang cukup kental, dilihat dari desain lampu hingga fairing. Tongkrongannya juga lebih ramping, apalagi dipadu knalpot yang tak begitu besar membuatnya jauh lebih ringan. Hal itu bisa dilihat dibandingkan dari bobot, dimana CBR150R punya berat kosong 138 kg. Sedangkan berat isi R15 hanya 136 kg.

Dimensi
CBR150R lebih ”berisi” dengan dimensi panjang, lebar, dan tinggi  1,977 x 701 x 1,130 mm. Sementara R15 lebih kurus, yakni 1.955 x 660 x 1.070 mm. Jarak terendah dengan tanah dan jok Honda lebih tinggi, yakni 190 mm dan 850mm, sementara Yamaha 160 mm dengan tinggi jok 800 mm.

Penggunaan rangka juga berpengaruh pada dimensi, di mana CBR150R mengandalkan ”tulang” twin tube diamond yang lebih padat menopang mesin. Sementara R15 percaya diri dengan delta box (seperti pada V-ixion) yang membuat mesin tampak menggantung dan lebih ringkas.

Mesin
Inilah faktor yang cukup diperhatikan calon konsumen, dan keduanya berbeda karakter. Honda memiliki bekal mesin CS150RE, berpendingin cairan, DOHC, silinder tunggal, 150cc, dan PGM-FI. Mesin ini bertenaga maksimal 17,8 PS @10.500 rpm dan torsi 12,6 Nm @8.500 rpm dengan transmsi 6-percepatan. Kompresi rasio 11:1, yang cocok menggunakan bensin RON 95, agar performa lebih mumpuni.

Sementara R15 menyandang jantung pacu 150cc, 1 silinder, SOHC, dengan teknologi YMJET-FI. Berpadu dengan transmisi 6 percepatan, jantung ini sanggup mengeluarkan tenaga sampai 16,5 PS @8.500 rpm. Sementara torsi puncak mencapai 14,5 Nm @7.500 rpm. Kompresi rasio 10,4: 1 yang bisa diberi "minum" bensin RON 92.

Kaki-Kaki
Meski Yamaha belum mengeluarkan spek kaki-kaki, namun jika dilihat dari spek Thailand, R15 punya suspensi depan teleskopik dan belakang linked monocross. Ukuran ban depan 90/80-17, belakang 130/70-17. Sedangkan rem depan hidrolik single disc begitu juga bagian belakang.

CBR150R menggunakan suspensi depan tunggal dan belakang monosok. Ukuran ban depan 100/80 – 17 dan belakang 130/70 – 17. Rem depan menggunakan cakram hidrolik dengan piston ganda, sementara di belakang berpiston tunggal.

Harga
Ini yang menarik. Honda CBR150R menyentuh harga Rp 41,750 juta untuk versi standar dan Rp 42,5 juta untuk varian Repsol Edition. Harga cukup tinggi itu karena PT Astra Honda Motor masih mengimpor utuh dari Thailand. Sementara Yamaha R15 dijual jauh di bawahnya, yaitu Rp 28 juta on the road Jakarta.

Jadi, pilih mana?

0 comments:

Post a Comment