Sementara calon presiden Joko " Jokowi " Widodo bersikeras pada hari Jumat bahwa pasangannya telah dikonfirmasi , Puan Maharani mengisyaratkan bahwa dia juga bisa menjadi mitra Jokowi di 9 Juli pemilihan presiden .
Berbicara kepada wartawan di Balai Kota , Gubernur DKI Jakarta menolak untuk mengungkapkan kandidat dan mengatakan pengumuman publik hanya akan menjadi formalitas . 20 Mei adalah batas akhir pendaftaran calon presiden dan wakil presiden .
" Hanya ada satu nama di [ saya ] saku , meskipun belum diumumkan , " kata Jokowi , yang dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI - P ) untuk balapan .
Menurut tempo.co , mantan walikota Surakarta tidak menyangkal bahwa partai telah ditentukan dua kandidat , yaitu mantan wakil presiden dan ketua Golkar Jusuf Kalla dan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Abraham Samad Ketua .
Kedua Kalla dan Abraham telah secara terbuka menyatakan kesiapan mereka untuk bergabung dengan kamp Jokowi itu . Samad bahkan mengatakan pimpinan KPK didukung rencananya ; Namun , hal ini dibantah oleh salah satu rekan sendiri .
" Sejauh yang kami tahu, Pak AS [ Abraham Samad ] belum secara resmi meminta izin dari pimpinan untuk menjalankan sebagai calon wakil presiden , " kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto .
Beberapa media berspekulasi pada hari Jumat bahwa putri PDI - P Megawati Soekarnoputri ketua , Puan Maharani , juga tertarik menjadi Jokowi yang berjalan pasangan jika ibunya memutuskan untuk memilih calon dari dalam partai .
" Jika [ calon dipilih dari ] dalam [ partai ] , saya bisa menjadi kandidat hari ini , " kata Puan di kediaman ibunya di Jl . Teuku Umar , Jakarta Pusat .
Sementara itu , berbeda dengan klaim Jokowi itu , Megawati menunjukkan bahwa masih akan ada cukup waktu tersisa untuk memilih Jokowi yang berjalan mate.
Megawati mengungkapkan bahwa pencalonan Jokowi yang berjalan pasangan akan sangat bergantung pada anggota koalisi PDI - P .
" Masih ada beberapa pihak yang mungkin bekerja sama dengan PDI - P . Kami akan tetap terbuka [ kepada pihak lain ] , " kata Megawati .
Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) dan Partai NasDem telah mempercayakan Megawati untuk membuat keputusan akhir .
Sementara itu, Prabowo Subianto terus upayanya untuk membujuk semua Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) elit untuk mendukung keputusannya untuk memilih mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa sebagai cawapres . Pada Jumat , beberapa dari mereka masih menentang pilihan Prabowo .
" Koalisi harus dibangun berdasarkan visi bersama . Jika [ visi ] tidak cocok karakter PPP sebagai partai massa , maka kita akan menarik diri , " kata wakil ketua PPP Achmad Dimyati Natakusumah , seperti dikutip Antara , Jumat .
Namun pihak sekretaris jenderal tidak setuju . " Kami tidak akan mencalonkan siapa pun , karena PPP telah memberikan Prabowo kewenangan penuh untuk memilih calon wakil presiden . Dia [ Prabowo ] akan menjadi pasangannya selama lima tahun , jadi dia harus memutuskan , " kata Romahurmuziy .
Anggota koalisi lain , Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) , masih mencoba beberapa manuver politik . Namun, menyadari bahwa itu jauh lebih sulit untuk digunakan " menggertak " taktik pada mantan menantu - Soeharto dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono .
" Jika dia tidak memilih [ a pasangannya ] bijak dan hati-hati , Prabowo bisa dalam bahaya , " kata PKS Wakil Sekjen Mahfudz Siddiq .
Sementara itu , pendukung legenda dangdut Rhoma Irama mengutuk PKB , yang mereka dituduh mengkhianati idola mereka . Rhoma bergabung dengan partai karena rupanya ia percaya ia akan dicalonkan sebagai presiden , atau setidaknya calon wakil presiden dari partai itu .
Sementara itu, Golkar Bambang Soesatyo wakil bendahara menyalahkan " faktor uang " pada penolakan Prabowo menerima tawaran dari ketua partai Aburizal Bakrie untuk menjadi cawapresnya .
" Alasan mengapa Prabowo menolak tawaran kami karena dana , karena semuanya sekarang berhubungan dengan mendanai peningkatan kapasitas [ ... ] Inilah sebabnya mengapa 'perkawinan ' antara Ical [ Aburizal ] dan Prabowo tidak terwujud , " kata vokal
Saturday, May 17, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment