Monday, May 12, 2014

Infeksi dapat terjadi MERS sebagai warga negara RI pergi 'umrah'

Seorang pejabat rumah sakit telah memperkirakan kenaikan jumlah orang yang diduga tertular Timur Tengah Respiratory Syndrome Coronavirus ( MERS - COV ) dalam waktu dekat karena banyak yang masih pergi ke Arab Saudi untuk umrah ( haji kecil ) .

" Saya tidak tahu kapan [ MERS - COV ] akan berakhir . Ini [ orang ] yang masih terjadi untuk umrah . Dan itu akan dilanjutkan dengan haji , " Kepala Departemen Paru Adam Malik Hospital di Medan , Luhur Soeroso mengatakan pada hari Minggu .

Selain wisata terus umrah , Luhur mengatakan prediksi tentang kemungkinan kenaikan dugaan kasus MERS terkait dengan perkembangan terbaru di rumah sakit di seluruh negeri .

" Hampir setiap hari , pasien , diduga MERS kontraktor , ditransfer ke rumah sakit Adam Malik , " tambahnya .

Pada Minggu, rumah sakit telah dirawat delapan pasien yang diduga MERS dari berbagai daerah di Sumatera Utara .

Seorang pasien baru , yang diidentifikasi sebagai M , 26 , dirawat di rumah sakit pada Sabtu sekitar pukul 23:00 setelah mencari perawatan medis di klinik . Medan warga yang baru saja tiba di kota sebelumnya hari itu dari Arab Saudi , memiliki batuk parah dan demam tinggi . Rumah sakit juru bicara Sairi Saragih mengatakan, empat dari delapan pasien yang diduga MERS telah habis setelah baik dinyatakan negatif atau ditemukan telah sakit dengan influenza biasa .

" [ Seorang pasien ] SHN hanya terjadi diduga - MERS yang telah dipulangkan karena hasil uji laboratorium negatif sementara tiga pasien yang tersisa hanya menderita influenza biasa dan pulang ke rumah tanpa perawatan lebih lanjut , " kata Sairi .

Sairi diungkapkan empat pasien yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit diidentifikasi hanya sebagai AP , 63 , warga Belawan , MA , 71 , dari Medan , SPJ , 55 , dari Kabupaten Serdang Bedagai dan M , 26 , dari Medan .

Dokter di rumah sakit , dia melanjutkan , telah mengambil sampel usapan hidung dan tenggorokan yang dicurigai pasien MERS dan mengirim mereka ke laboratorium Departemen Kesehatan di Jakarta .

" Kami masih menunggu hasil lab . Jika mereka negatif , mereka bisa pulang , " tambahnya .

Meskipun mengakui untuk memiliki fasilitas yang terbatas untuk menangani kasus-kasus yang dicurigai - MERS , Sairi mengatakan rumah sakit telah siap untuk menerima pasien .

"Rumah sakit Adam Malik hanya memiliki 11 ruang isolasi untuk pasien rawat inap yang diduga MERS . Ini bukan angka yang besar tetapi kita memiliki sistem di tempat dalam hal jumlah pasien meningkat , " kata Sairi tanpa memberikan rincian lebih lanjut .

Sementara itu, rumah sakit Pekanbaru di Riau telah habis tiga pasien yang diduga - MERS setelah hasil lab negatif .

" Ya , semua dari mereka adalah negatif dan mereka pulang , " kata ketua tim Riau dokter untuk penanganan MERS - COV , Azizman Saad kepada wartawan , Minggu .

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Riau mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengisolasi tiga pasien yang diduga - MERS yang mengeluh demam tinggi dan gangguan pernapasan setelah hanya datang dari umrah awal bulan ini .

Tahun lalu , sekitar 180.000 orang Indonesia pergi haji dan umrah di 700.000 .

Sementara itu, penelitian dan pengembangan Badan Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa tidak ada pasien yang berada di rumah sakit di seluruh negeri setelah kembali dari umrah telah tertular MERS - COV .

" Semua sampel yang telah kami kaji negatif , yang berarti bahwa pasien belum dikontrak MERS - COV , " kata Kepala Dinas Tjandra Yoga Aditama , Sabtu .

 Dia menambahkan bahwa laboratorium Departemen Kesehatan , yang merupakan salah satu dari tiga laboratorium di Asia Tenggara mampu mengidentifikasi coronavirus selain dari orang-orang di India dan Thailand , tidak menemukan kasus positif MERS - COV di negara ini .

" Saya telah diberitahu lembaga kesehatan di provinsi dan berbagai rumah sakit tentang proses pengambilan sampel atau dan bagian mana dari tubuh untuk mengambil sampel dari , " kata Tjandra . (Put )

0 comments:

Post a Comment